Kunjungan Menteri Investasi/BKPM RI ke Sulawesi Tengah dan Formulasi Pengembangan dan Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu

Menteri Investasi /Kepala BKPM RI Bpk. Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tengah. Setelah tiba di Bandara Sisaljufri Mutiara Palu langsung disambut secara adat oleh Bapak Gubernur yang didampingi oleh Walikota Palu, Forkimpda Sulteng, Direktur Utama PT. Bangun Palu Sulteng, Kepala DPMPTSP Prov. Sulteng Dr. Ir. Christina Shandra Tobondo, MT beserta rombongan yang kemudian langsung Meninjau Kawasan Ekonomi Khusus Palu dan Dermaga PT. Pelindo Pantoloan

Pada kesempatan itu, Bpk. Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Pemerintah Pusat dan Daerah harus bersinergi untuk terus mendorong investasi melalui sektor-sektor prioritas yang memiliki nilai tambah dan hilirisasi industri, salah satunya melalui pembangunan KEK. Bpk Bahlil mengatakan bawah kunjungannya kali ini terbilang sangat penting karena mengingat dirinya diberi perintah khusus oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengunjungi 15 KEK, termasuk KEK Palu di Sulawesi Tengah. Hal tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi KEK Palu dan membuat formulasi yang diperlukan untuk mendorong percepatan pengisian tenant. Dari pantauan, permasalahan yang dihadapi KEK Palu saat ini terkait infrastruktur dan penyewa (tenant).

Seperti yang dilaporkan oleh Direktur Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah yang merupakan Badan Usaha Pengelola (BUP) KEK Palu, Andi Mulhanan Tombolotutu, yang pada saat itu turut mendampingi Menteri Investasi/Kepala BKPM RI mengungkapkan salah satu kendala yang dihadapi dalam pembangunan KEK Palu terkait infrastruktur dalam kawasan, Itu dikarenakan adanya kesulitan pendanaan akibat pengalihan pendanaan untuk pemulihan bencana yang terjadi 2018 lalu, dan adanya pandemi Covid-19.

Menurut catatan Kementerian Investasi/BKPM, saat ini telah ada 6 tenant yang menempati 400 ha dari total 1.500 ha lahan yang tersedia. Adapun 6 tenant tersebut bergerak di sektor industri aspal, keramik, furnitur, pertanian dan pengolahannya. Kalau dari sisi geostrategis dan geoekonomis, KEK Palu ini sangat unggul dari Kawasan Ekonomi Lainnya.

Adapun rencana pembangunan KEK Palu ini mencapai Rp 8,7 triliun, dengan rencana investasi yang masuk sebesar Rp 92,4 triliun. Ke depan, KEK Palu diproyeksikan dapat menyerap sebanyak 97.500 Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Pada periode kuartal I 2021, Sulawesi Tengah menjadi salah satu tujuan penanaman modal asing (PMA) terbesar ketiga setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Total realisasi investasi di Sulawesi Tengah untuk PMA yaitu mencapai USD 577,4 juta, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 854,1 miliar.

Pada Kesempatan tersebut, Bpk. Bahlil kembali menegaskan, bahwa tujuan dari pembangunan KEK dan kawasan industri lainnya adalah untuk mempermudah investor dari sisi perizinan dan implementasi sehingga belanja modal (capital expenditure/Capex) tidak mahal, dan pada akhirnya menarik minat investor untuk melakukan hilirisasi industri.

Dia optimistis pengembangan KEK Palu ini dapat berjalan baik seperti Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah. Salah satu formulasi yang digunakan yaitu dengan tidak meninggikan harga lahan dan memberikan insentif kepada investor.

“KEK jangan menjadi kawasan industri tanah. Perlu ada formulasi kebijakan untuk menarik tenant ke KEK Palu. Ini harus kita selesaikan,” ujar Bahlil.

“Bila perlu kita akan membuat kebijakan investasi yang memberikan insentif lebih dibandingkan KEK lain. Karena KEK Palu ini masuk dalam PSN (Proyek Strategis Nasional) dan strategi pengembangan kawasan timur yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Bpk. Bahlil Lahadalia berpesan kepada Gubernur Sulawesi Tengah, sebagaimana Keputusan Presiden (Keppres) nomor 11 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan Investasi, bila ada investasi masuk ke daerah maka wajib berkolaborasi dengan pengusaha di daerah, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Ini bentuk komitmen pemerintah Pusat agar masyarakat ikut merasakan hasil investasi tersebut, dalam artian terserap lapangan pekerjaan dan sebagainya,” ujar Bahlil.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »