Kunjungi IMIP, Ini Harapan Wagub Sulawesi Tengah

Manajemen IMIP menerima kunjungan rombongan Wagub Sulteng Dr. H. Rusli Dg Palabbi, SH, MH pada Rabu (24/2). Wagub pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah dan mengapresiasi kontribusi IMIP bagi perekonomian daerah dan bangsa. “Tentu ke depan apa yang sudah dilakukan (IMIP) memberi manfaat luar biasa bagi Sulawesi Tengah,” kata Wagub dalam sambutannya.

PT IMIP adalah kawasan industri berbasis pengolahan Nikel dengan rantai industri terpanjang di dunia dan memiliki produk utama berupa Nikel, stainless steel dan carbon steel. Dengan menggandeng investor dari China, IMIP dibangun 2013. Perusahaan Shanghai Decent Investment (Group) Co., Ltd. bekerja sama dengan PT Bintang Delapan Investama mendirikan PT Sulawesi Mining Investment (SMI) di Indonesia pada tahun 2009.

Keduanya mulai melakukan pengembangan terhadap tambang nikel seluas hampir 47.000 hektare di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah Kehadiran IMIP mampu mengubah peta produsen nikel olahan di Indonesia hanya dalam kurun waktu 4 tahun. Beliau juga menyampaikan harapan agar IMIP dapat membuka kantor cabang di Palu dan memfasilitasi vaksinasi mandiri bagi 40 ribuan karyawan perusahaan nikel terbesar itu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Christina Sandra Tobondo, MT menyampaikan bahwa hampir 50% realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Tengah berasal dari IMIP.

Hal ini lanjutnya mengantarkan Sulteng ke peringkat 12 nasional. Beliau juga menyampaikan bahwa Izin yang telah dikeluarkan sudah digunakan begitu juga mengenai hal terkait dengan kebijakan fiskal, namun dalam hal realisasi rencana investasi memiliki kemungkinan mengalami penundaan akibat masih Virus COVID-19 yang sampai saat ini masih menunjukan peningkatan yang signifikan.

Pada bulan Maret nanti, Ia informasikan akan dilaksanakan training bagi perusahaan dan DPMPTSP tentang OSS berbasis resiko. Lebih lanjut Ia meminta IMIP bermitra dengan UMKM lokal dalam meningkatkan perekonomian daerah.Merespon keinginan wagub dan kadis maka IMIP lewat juru bicara Syarif akan berkoordinasi dulu dengan manajemen pusat. Terkait kemitraan dengan UMKM menurutnya selama ini telah berjalan sangat baik. “Hampir seluruh UMKM wilayah Bahodopi sudah terlibatkan,” Ruang Dr. Syaifullah Djafar, M.Si dan manajemen IMIP.

(Sumber : Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Sulteng)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Translate »