
Palu, DPMPTSP – Keluarga besar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tengah memperingati Hari Kartini dengan tampil kompak mengenakan busana kebaya dan batik. Pemilihan pakaian adat dan motif tradisional ini menjadi wujud simbolis penghormatan terhadap jasa serta perjuangan R.A. Kartini dalam merawat identitas bangsa di tengah arus modernitas. Senin. (21/04/2026).
Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Rifani, S.Sos., M.Si., bersama seluruh jajaran menegaskan bahwa semangat emansipasi yang diwariskan oleh Kartini harus terus diimplementasikan dalam setiap tugas pelayanan publik. Nilai-nilai perjuangan tersebut diterjemahkan ke dalam tiga pilar utama instansi.
Pilar pertama adalah komitmen merawat budaya, di mana ragam motif batik yang dikenakan para pegawai melambangkan kegigihan, keindahan, serta karakter kuat perempuan Indonesia. Pilar kedua berfokus pada pelayanan inklusif, yakni memastikan profesionalisme dalam sektor perizinan dan penanaman modal dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Sementara pilar ketiga menekankan pentingnya menjaga tradisi di era digital. Meskipun sistem pelayanan publik DPMPTSP telah bertransformasi secara menyeluruh ke arah digital, nilai-nilai luhur budaya dan semangat humanis tetap dijaga sebagai fondasi utama dalam melayani para pemohon izin dan investor.
Peringatan Hari Kartini ini menjadi momentum bagi seluruh aparatur di lingkungan DPMPTSP Sulteng untuk terus meneladani ketangguhan R.A. Kartini. Melalui etos kerja yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan, DPMPTSP Sulteng optimistis dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian daerah menuju visi Sulawesi Tengah yang maju dan sejahtera atau “Sulteng Nambaso”
Sumber : PPID dan Kehumasan DPMPTSP Prov. Sulteng









0 Komentar