DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tengah

Sinergi Investasi Menuju Sulteng Nambaso: Rakornis Penanaman Modal 2026 Resmi Digelar di Parigi Moutong.

Palu, DPMPTSP – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Penanaman Modal Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Berani Berusaha dengan Sinergitas Informasi dan Inovasi untuk Investasi Berkelanjutan menuju Sulteng Nambaso” ini dipusatkan di Kabupaten Parigi Moutong dan dihadiri oleh pemangku kepentingan investasi dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah. Sabtu. (11/04/2026).

Investasi sebagai Mesin Pertumbuhan dan Pemerataan

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Farid Rifai Yotolembah, S.Sos, M.Si., yang hadir mewakili Gubernur, menegaskan bahwa investasi merupakan mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Berdasarkan capaian tahun 2025, Sulawesi Tengah mencatatkan realisasi investasi yang impresif sebesar Rp127,2 triliun hingga Rp128,42 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 14,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Pemerintah Provinsi menyadari adanya tantangan besar berupa ketimpangan wilayah, di mana lebih dari 75% investasi masih terkonsentrasi di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.

“Kita tidak hanya ingin investasi tumbuh, tetapi kita juga ingin investasi tersebut tersebar secara adil di seluruh wilayah Sulawesi Tengah,” ujar Dr. Farid Rifai Yotolembah dalam sambutannya. Untuk tahun 2026, Sulawesi Tengah menetapkan target realisasi investasi sebesar Rp93,89 triliun sebagai bagian dari kontribusi terhadap target nasional.

Transformasi Digital dan 12 Inovasi Strategis

Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Rifani, S.Sos., M.Si., memaparkan langkah konkret dalam mempercepat reformasi birokrasi melalui peluncuran 12 inovasi strategis yang tertuang dalam perjanjian kinerja 100 hari kerja. Salah satu inovasi unggulan yang diluncurkan adalah “Berani Berusaha”, sebuah layanan asisten virtual berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pelaku usaha mendapatkan informasi perizinan secara cepat.

Daftar inovasi tersebut meliputi:

– Katalog Halo Sobat Invest untuk memetakan potensi daerah.

– Klinik Investasi dan sistem informasi penanaman modal terintegrasi.

Sirena Koman, sistem realisasi investasi untuk Command Center Gubernur.

– Layanan pendampingan online berbasis risiko (Persona) serta digitalisasi penatausahaan layanan pengaduan dan regulasi.

Moh. Rifani menekankan pentingnya integrasi data investasi antara provinsi dan kabupaten/kota sebagai single source of truth untuk promosi investasi yang lebih efektif.

Duta Promosi Investasi: Wajah Baru Promosi Daerah

Rakornis kali ini juga menandai tonggak sejarah dengan terpilihnya Duta Promosi Investasi Sulawesi Tengah yang pertama, yang berasal dari Kabupaten Buol dan Kabupaten Morowali. Para duta ini bertugas membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi investasi hingga ke tingkat internasional dan kedutaan besar di Jakarta.

Langkah ini diapresiasi oleh Dr. Farid Rifai Yotolembah sebagai inovasi cerdas untuk menarik minat investor melalui pendekatan budaya dan komunikasi modern.

Kesiapan Daerah: Mengubah Potensi Menjadi Peluang

Sebagai tuan rumah, Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, S.Pd., menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan investasi inklusif yang dicanangkan provinsi. Ia menekankan bahwa tantangan saat ini bukan lagi sekadar memamerkan potensi, melainkan mengubah potensi tersebut menjadi peluang investasi nyata yang siap ditawarkan (ready to offer).

“Kabupaten Parigi Moutong memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, kelautan, serta pariwisata berbasis alam dan budaya,” jelas H. Abdul Sahid. Ia berkomitmen untuk memperkuat sistem informasi investasi yang terbuka dan menciptakan iklim usaha yang kompetitif bagi para investor.

Dorongan Kesejahteraan bagi Aparatur Penanaman Modal

Menutup rangkaian sambutan, Dr. Farid Rifai Yotolembah memberikan catatan strategis mengenai perlunya kajian terkait pemberian insentif atau “upah pungut” bagi aparatur di sektor penanaman modal, serupa dengan yang diterima oleh aparatur di sektor pendapatan. Menurutnya, beban kerja aparatur penanaman modal dalam “menjual” daerah dan menjaga aliran modal masuk sangat krusial bagi keberlanjutan ekonomi, sehingga aspek kesejahteraan mereka perlu dipikirkan secara serius.

Melalui Rakornis ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mewujudkan cita-cita “Sulteng Nambaso” (Sulawesi Tengah Besar/Hebat) melalui investasi yang berkualitas dan berkelanjutan.

Sumber : PPID dan Kehumasan DPMPTSP Prov. Sulteng